Selasa, 09 April 2013

sistem informasi sumberdaya perairan


LEMBAR PENGESAHAN


Judul Praktikum          : Penggunaan ArcView 3.3
Tanggal                       : 25 Maret 2013
Nama                           : Charolina Kaban
NIM                            : 110302057
Program Studi             : Manajemen Sumberdaya Perairan




                                                                                                       


                                                                                                 Diperiksa Oleh :
                                                                                                Asisten Korektor




                                                                                          (Sabilah Fi Ramadhani)
                                                                                                  NIM . 100302041


KATA PENGANTAR



            Puji dan syukur Penulis sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karuniaNya Penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum Sistem Informasi Sumberdaya Perairan yang berjudul “Penggunaan ArcView 3.3”. Laporan ini dibuat untuk membahas tentang penginstalan dan penggunaan software ArcView 3.3.
 Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada bapak Zulham Apandi Harahap S.Pi, M.Pi selaku dosen penanggung jawab Praktikum Sistem Informasi Sumberdaya Perairan. Ucapan terima kasih juga Penulis sampaikan kepada para asisten laboratorium yang telah membimbing Penulis dan rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan untuk laporan praktikum ini.
Demikianlah Laporan praktikum ini dibuat dan semoga bermanfaat. Terima kasih.


                                                           
                                                                                                   Medan,     Maret 2013


Penulis












DAFTAR ISI


LEMBAR PENGESAHAN............................................................................. i

KATA PENGANTAR..................................................................................... ii

DAFTAR ISI.....................................................................................................   iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang........................................................................................ 1
1.2  Tujuan......................................................................................................   2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
      2.1 ArcView..................................................................................................   3
      2.2 Bagian- Bagian ArcView........................................................................   4
     
BAB III METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat..................................................................................   6
      3.2 Alat dan Bahan.......................................................................................   6
3.2 Langkah kerja..........................................................................................   6

DAFTAR PUSTAKA





















                                                                                                              Mata Kuliah SIG
Nilai
 



Praktikum ke-II
Asisten : Sabilah Fi Ramadhani
                NIM. 100302041


PENGGUNAAN ARCVIEW 3.3


Oleh:


CHAROLINA KABAN
110302057
MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN






LABORATURIUM SISTEM INFORMASI SUMBERDAYA PERAIRAN
PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
13
BAB I
PENDAHULUAN

 


1.1  Latar Belakang
Sistem informasi adalah sekumpulan komponen yang saling berhubungan yang mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyeberkan informasi untuk pengambilan keputusan, koordinat, kontrol, analisis dan visualisasi dalam organisasi (Wahyuni,2009).
Sistem Informasi Georafis atau Georaphic InformationSistem (GIS) merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Sistem ini mengcapture, mengecek, mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi. Teknologi SIG mengintegrasikan operasi-operasi umum database, seperti query dan analisa statistik, dengan kemampuan visualisasi dan analisa yang unik yang dimiliki oleh pemetaan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dengan Sistem Informasi lainya yang membuatnya menjadi berguna berbagai kalangan untuk menjelaskan kejadian, merencanakan strategi, dan memprediksi apa yang terjadi (Aini,2007).
GIS (Geographic Information System) merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk mengelola (input, manajemen, proses dan output) data spasial atau data yang bereferensi geografis. Setiap data yang merujuk lokasi di permukaan bumi dapat disebut sebagai data spasial bereferensi geografis. Misalnya data kepadatan penduduk suatu daerah, data jaringan jalan, data vegetasi dan sebagainya (Maulana,2009).
Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai suatu sistem yang berorientasi operasi secara manual, yang berkaitan dengan operasi pengumpulan, penyimpanan dan manipulasi data yang bereferensi geografi secara konvensional (Aini, 2007).
Seiring dengan berkembangnya teknologi pada zaman sekarang ini dibutuhkan aplikasi untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan sesuatu. Berbagai teknik, metode dan pendekatan-pendekatan baru dilakukan untuk menyempurnakan dan mengembangkan teknologi khususnya untuk mendapatkan informasi yang tepat, cepat dan akurat (Rachman,2008).
Sistem Jaringan Drainase perkotaan dapat juga memanfaatkan teknologi informasi yang sedang berkembang saat ini, salah satu sistem informasi tersebut adalah Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographical Information System (GIS) yaitu suatu sistem informasi yang didesain untuk bekerja dengan data yang berrefensi pada spatial atau koordinat geografis (Rachmawati,2010).
Sistem Informasi Geografis yang terdiri dari perangkat lunak, perangkat keras, maupun aplikasi-aplikasinya, telah dikenal secara luas sebagai alat bantu (proses) pengambilan keputusan. Sebagian besar institusi pemerintah, swasta, akademis maupun non akademis juga individu yang memerlukan informasi yang berbasiskan data spasial telah mengenal dan menggunakan sistem ini. Perkembangan ini diikuti oleh membanjirnya produk teknologi SIG di pasar-pasar Indonesia, demikian cepat arus datangnya produk-produk teknologi sistem informasi yang multi-disiplin ini sudah sepatutnya juga diikuti pula dengan kemampuan dalam memahami pengertian sistem, data dan informasi, sistem informasi, sistem informasi geografis agar bisa mengimbangi kecepatan perkembangan teknologinya (Aini,2007).

1.1  Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum Sistem Informasi Sumberdaya Perairan adalah Untuk mengetahui cara penginstalan dan penggunaan program Arcview  3.3 dan Global Mapper didalam laptop dan komputer.







BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Arc View
Sejak 1981, ESRI (Environmental System Reserach Institute) Inc. mengenalkan model data berorientasi objek dikenal data coverage dan model database georelasional, yang merek   komersial dagangnya dikenal sebagai arcinfo. Selanjutnya sekitar tahun 2000 dikenalkan generasi lanjut berupa model data geodatabase, atau dikenal komersial sebagai arcview/arcGIS (Darmawan, 2011).
            Arcview merupakan sebuah software pengolahan data spasial. Software ini memiliki berbagai keunggulan yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan pengolah data spasial. Arc view memiliki kemampuan dalam pengolahan atau editing arc, menerima atau konversi dari data digital lain seperti CAD, atau dihubungkan dengan data image seperti format .JPG, .TIFF, atau image gerak (Budiyanto, 2005).

2.2 Bagian-Bagian ArcView
            Beberapa bagian Arcview yang cukup penting antara lain adalah :
a. Project
Merupakan kumpulan dari dokumen yang berasosiasi selama satu sesi Arcview. Setiap project memiliki lima komponen pokok yaitu views, tables, charts, layouts dan scripts.
b. Theme
Arcview mengendalikan sekelompok feature serta atribut di dalam sebuah theme dan mengelolanya di dalam sebuah views. Sedangkan theme menyajikan sekumpulan obyek nyata sebagai feature peta yang berhubungan dengan atribut.
c. Views
View merupakan sebuah peta interaktif yang dapat digunakan untuk menampilkan, memeriksa, memilih dan menganalisa data grafis. View tidak menyimpan data grafis yang sebenarnya, tetapi hanya membuat referensi tentang data grafis mana saja yang terlibat.
d. Table
Tabel digunakan untuk menampilkan informasi tentang fature yang ada di dalam suatu view.
e. Chart
Chart merupakan sebuah grafik yang menyajikan data tabular. Di dalam Arcview chart terintegrasi penuh dengan tabel dan view sehingga dapat dilakukan pemilihan record-record mana yang akan ditampilkan ke dalam sebuah chart. Terdapat enam jenis chart yaitu area, bar, column, p dan scatter.
f. Layout
Layout digunakan untuk mengintegrasikan dokumen (view, table, chart) dengan elemen-elemen grafik yang lain di dalam suatu window tunggal guna membuat peta yang akan dicetak.
g. Script
Script merupakan sebuah bahasa pemrograman dari Arcview yang ditulis ke dalam bahasa Avenue (Anonymous, 2009).
            Arc view dapat menerima berbagai macam sumber data yang selanjutnya akan diolah. Secara langsung Arc view dapat menerima data vector yang berasal dari software Are In o. Sumber-sumber data lain adalah data yang berasal dari :
·         Citra satelit dengan format BSQ, BIL, BIP
·         Data raster dengan format BMP, JPG, TIFF
·         Data ERDAS
·         Data tabular dari Arc info, dBase (Budiyanto, 2005).
            Sebagian besar data yang akan ditangani dalam SIG merupakan data spasial yaitu sebuah data yang berorientasi geografis, memiliki sistem koordinat tertentu sebagai dasar referensinya dan mempunyai dua bagian penting yang membuatnya berbeda dari data lain, yaitu informasi lokasi (spasial) dan informasi deskriptif (attribute) yang dijelaskan berikut ini :
1. Informasi lokasi (spasial), berkaitan dengan suatu koordinat baik koordinat geografi (lintang dan bujur) dan koordinat XYZ, termasuk diantaranya informasi datum dan proyeksi.
2. Informasi deskriptif (atribut) atau informasi non spasial, suatu lokasi yang memiliki beberapa keterangan yang berkaitan dengannya, contohnya : jenis vegetasi, populasi, luasan, kode pos, dan sebagainya (Anonymous, 2010).
            Data spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu (Anonymous, 2009).
            Informasi spasial, secara geometri tersedia dalam dua model, yakni model data vektor yang berbentuk point, line dan polygon dan model data raster yang secara sistimatis terorganisasi dalam bentuk sel grid atau piksel (Elly, 2009).
            Format Data Spasial dalam SIG dapat direpresentasikan dalam dua format, yaitu:
1. Vektor
Dalam data format vektor, bumi kita direpresentasikan sebagai suatu mosaik dari garis (arc/line), polygon (daerah yang dibatasi oleh garis yang berawal dan berakhir pada titik yang sama), titik/point (node yang mempunyai label), dan nodes (merupakan titik perpotongan antara dua buah garis). Keuntungan utama dari format data vektor adalah ketepatan dalam merepresentasikan fitur titik, batasan dan garis lurus. Hal ini sangat berguna untuk analisis yang membutuhkan ketepatan posisi, misalnya pada basisdata batas-batas kadaster. Contoh penggunaan lainnya adalah untuk mendefinisikan hubungan spasial dari beberapa fitur. Kelemahan data vektor yang utama adalah ketidakmampuannya dalam mengakomodasi perubahan gradual (Purwantara, 2010).
Hal yang mendasar adanya data vector ini berasal dari suatu anggapan bahwa dunia nyata dapat dibagi ke dalam unsur-unsur yang secara jelas bias didefinisikan. Tiap-tiap unsur itu terdiri atas sejumlah objek yang mudah diidentifikasi menurut geometrinya apakah berbentuk point, line atau area (Elli, 2009).
2. Raster
Data raster (atau disebut juga dengan sel grid) adalah data yang dihasilkan dari sistem Penginderaan Jauh. Pada data raster, obyek geografis direpresentasikan sebagai struktur sel grid yang disebut dengan pixel (picture element). Pada data raster, resolusi (definisi visual) tergantung pada ukuran pixel-nya. Dengan kata lain, resolusi pixel menggambarkan ukuran sebenarnya di permukaan bumi yang diwakili oleh setiap pixel pada citra. Semakin kecil ukuran permukaan bumi yang direpresentasikan oleh satu sel, semakin tinggi resolusinya. Data raster sangat baik untuk merepresentasikan batas-batas yang berubah secara gradual, seperti jenis tanah, kelembaban tanah, vegetasi, suhu tanah, dsb. Keterbatasan utama dari data raster adalah besarnya ukuran file; semakin tinggi resolusi grid-nya semakin besar pula ukuran filenya (Purwantara, 2010).
Sumber data Spasial salah satu syarat SIG adalah data spasial, yang dapat diperoleh dari beberapa sumber antara lain :
1.        Peta Analog
Peta analog (antara lain peta topografi, peta tanah dan sebagainya) yaitu peta dalam bentuk cetak. Pada umumnya peta analog dibuat dengan teknik kartografi, kemungkinan besar memiliki referensi spasial seperti koordinat, skala, arah mata angin dan sebagainya. Dalam tahapan SIG sebagai keperluan sumber data, peta analog dikonversi menjadi peta digital dengan cara format raster diubah menjadi format vektor melalui proses digitasi sehingga dapat menunjukan koordinat sebenarnya di permukaan bumi.
2.        Data Sistem Penginderaan Jauh
Data Penginderaan Jauh (antara lain citra satelit, foto-udara dan sebagainya), merupakan sumber data yang terpenting bagi SIG karena ketersediaanya secara berkala dan mencakup area tertentu. Dengan adanya bermacam-macam satelit di ruang angkasa dengan spesifikasinya masing-masing, kita bisa memperoleh berbagai jenis citra satelit untuk beragam tujuan pemakaian. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format raster.
3.        Data Hasil Pengukuran Lapangan
Data pengukuran lapangan yang dihasilkan berdasarkan teknik perhitungan tersendiri, pada umumnya data ini merupakan sumber data atribut batas hak pengusahaan hutan dan lain-lain.
4.        Data GPS (Global Positioning System)
Teknologi GPS memberikan terobosan penting dalam menyediakan data bagi SIG. Keakuratan pengukuran GPS semakin tinggi dengan berkembangnya teknologi. Data ini biasanya direpresentasikan dalam format vektor. Pembahasan mengenai GPS akan diterangkan selanjutnya.
5.        Peta, Proyeksi Peta, Sistem Koordinat, Survey dan GPS
Data spatial yang dibutuhkan pada SIG dapat diperoleh dengan berbagai cara, salah satunya melalui survei dan pemetaan yaitu penentuan posisi/koordinat di lapangan.
6.        Peta
Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh muka bumi baik yang terletak di atas maupun di bawah permukaan dan disajikan pada bidang datar pada skala dan proyeksi tertentu (secara matematis). Karena dibatasi oleh skala dan proyeksi maka peta tidak akan pernah selengkap dan sedetail aslinya (bumi), karena itu diperlukan penyederhanaan dan pemilihan unsur yang akan ditampilkan pada peta.
7.        Proyeksi Peta
Pada dasarnya bentuk bumi tidak datar tapi mendekati bulat maka untuk menggambarkan sebagian muka bumi untuk kepentingan pembuatan peta, perlu dilakukan langkah-langkah agar bentuk yang mendekati bulat tersebut dapat didatarkan dan distorsinya dapat terkontrol, untuk itu dilakukan proyeksi ke bidang datar (Anonymous, 2009).

Alpha








BAB III
METODOLOGI


3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Sistem Informasi Sumberdaya Perairan ini dilakukan pada hari Senin tanggal 25 Maret 2013 Pukul 13.00-13.20 WIB yang bertempat di laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Terpadu Universitas Sumatera Utara.

3.2 Alat dan Bahan
            Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah laptop, dan bahan yang digunakan adalah Software ArcView

3.3 Langkah–Langkah Kerja
·         Langkah-langkah menambah toolbar
1.      Buka Arc View 3.3 → Pilih with a new view
2.      Kemudian muncullah lembar kerja baru
3.      Klik file di menu toolbar → pilih extension
4.      Aktifkan 3D Analyst, Geoprocessing, Graticules and Measured Grids, Image Analyst, dan Spatial Analyst → OK 
5.      Bertambah lah icon-icon pada toolbar
·         Langkah-langkah memanggil data
6.      Klik Add Theme pada toolbar
7.      Cari dimana data Shapefile disimpan → klik 2x pada folder shapefile

8.      Block semua data pada folder Shapefile → OK

9.      Kemudian muncul layer sebelah kiri

10.  Ceklist semua kotak kecil kecil di layer
11.  Kemudian akan muncul peta Indonesia


·         Langkah-langkah menghapus layer
12.  Block layer yang mau di hapus (disisain 2 yaitu kabupaten dan Peta Indonesia
13.  Klik Edit pada menu bar
14.  Pilih Delete Themes → yes
·         Langkah-langkah membesarkan peta
15.  Klik Zoom to Active Theme pada toolbar
·         Langkah-langkah mengedit peta
16.  Pada layer di sebelah kiri diklik 2x
17.  Klik symbol 2x untuk mengedit
18.  Edit peta dengan mengganti warna, dasar contour peta, dan simbol-simbol
19.  Klik apply untuk menerapkan pengaturan editan terhadap peta
·         Langkah-langkah membedakan menurut Kecamatan
20.  Klik layer 2x → kemudian muncul kotak dialog Legend Editor
21.  Ganti Legend Type dengan Unique Value
22.  Ganti Value Field dengan Kecamatan → apply
23.  Hasil dari pembedaan  menurut kecamatan

·         Langkah-langkah memunculkan nama-nama dari Kecamatan
24.  Pilih Themes pada menu bar
25.  Pilih Auto-label
26.  Muncul kotak dialog auto-label → Ganti Label-field dengan Kecamatan
27.  Klik OK

·         Langkah-langkah menghapus nama kecamatan
28.  Pada toolbar klik icon Pointer
29.  Block nama-nama Kecamatan di peta
30.  Kemudian tekan delete di keyboard


DAFTAR PUSTAKA


Aini, A. 2007.  Sistem Informasi Geografi. http://www.p3m.amikom.ac.id.
( diakses pada tanggal 22 Maret 2013).

Anonymous. 2009. Pengenalan Arc View. http://www.bpdasctw.info.com.
( diakses pada tanggal 22 Maret 2013).


Budiyanto, E. 2005. Sistem Informasi Geografis Menggunakan Arc View GIS. C.V Andi. Yogyakarta.

Darmawan, M. 2011. Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Standarisasi Pemetaan Tematik. http://jurnal.ac.id
                ( diakses pada tanggal 27 Maret 2013).

Elly. M. 2009. Sistem Informasi Geografi. Garaha Ilmu. Yogyakarta.

Maulana, R. 2009. Arcvie GIS. http://eprints.undip.ac.id.
( diakses pada tanggal 22 Maret 2013).

Purwantara, S. 2010. Modul Praktikum Sistem Informasi Geografis. http://staff.uny.ac.id
            ( diakses pada tanggal 17 Maret 2013).

Rachman, A. 2008. Pengolahan data spasial reklame menggunakan arcview 33.
( diakses pada tanggal 22 Maret 2013)

Rachmawati, A. 2010. Aplikasi SIG untuk evaluasi sistem jaringan drainase disub
das lowokwaru kota Malang. http://rekayasasipil.ub.ac.id.
( diakses pada tanggal 22 Maret 2013)

Maulana, R. 2009. Arcvie GIS. http://eprints.undip.ac.id.
( diakses pada tanggal 22 Maret 2013).

Wahyuni, R. S. 2009. Sistem Informasi Geografis. http://library.binus.ac.id.
 ( diakses pada tanggal 22 Maret 2013).